Layanan pemeriksaan khusus untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menginvestigasi indikasi kecurangan (fraud) dalam aktivitas keuangan maupun operasional perusahaan — dilakukan secara independen dan berbasis bukti.
Fraud Audit & Investigation adalah layanan pemeriksaan khusus yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menginvestigasi indikasi kecurangan (fraud) dalam aktivitas keuangan maupun operasional perusahaan.
Berbeda dengan audit laporan keuangan yang fokus utamanya memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan, Fraud Audit & Investigation secara khusus berfokus pada indikasi penyimpangan, pola transaksi mencurigakan, potensi kerugian, pihak yang terlibat, serta bukti pendukung yang relevan.
Fraud dapat berupa penggelapan aset, manipulasi transaksi, penyalahgunaan dana perusahaan, konflik kepentingan, transaksi fiktif, manipulasi procurement, penyalahgunaan reimbursement, hingga manipulasi laporan keuangan.
Layanan ini membantu manajemen memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai dugaan fraud serta menentukan langkah perbaikan dan tindak lanjut yang tepat.
Prinsip Dasar
Setiap tahapan investigasi dijalankan secara independen dan objektif, dengan kesimpulan yang disusun berdasarkan bukti — bukan mendahului hasil pemeriksaan.
Layanan ini umumnya diperlukan ketika perusahaan menemukan salah satu indikasi berikut:
Semakin cepat indikasi fraud ditindaklanjuti sejak ditemukan, semakin besar peluang perusahaan meminimalkan kerugian dan melindungi reputasi bisnis.
Sembilan tahapan sistematis yang ditempuh HBC dari penilaian awal hingga rekomendasi perbaikan.
Tahap awal dilakukan untuk memahami dugaan fraud, ruang lingkup masalah, pihak terkait, periode transaksi, serta potensi risiko dan kerugian. Pada tahap ini ditentukan area yang perlu menjadi prioritas investigasi.
Melakukan pemetaan terhadap kemungkinan modus fraud, titik kelemahan internal control, transaksi berisiko tinggi, serta pihak atau proses yang perlu dianalisis lebih lanjut.
Mengumpulkan dan memeriksa dokumen yang relevan, seperti:Laporan keuangan, General ledger, Rekening koran, Invoice dan purchase order, Kontrak vendor, Dokumen procurement, Bukti pembayaran, Dokumen reimbursement, Data inventory dan aset, Dokumen serta data pendukung lainnya.
Melakukan analisis transaksi untuk menemukan pola, anomali, hubungan, atau aktivitas yang tidak wajar. Analisis dapat mencakup: Duplicate payment, Unusual transaction, Round-number transaction, Transaksi dengan pihak terkait, Vendor mencurigakan, Split transaction, Mark-up, Transaksi tanpa dokumen pendukung memadai.
Temuan awal kemudian diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen tambahan, konfirmasi, rekonsiliasi, penelusuran transaksi (transaction tracing), dan prosedur investigatif lainnya yang relevan.
Apabila diperlukan, dilakukan wawancara dan klarifikasi terhadap personel atau pihak terkait untuk memperoleh informasi tambahan serta menguji konsistensi antara dokumen, transaksi, dan penjelasan yang diberikan.
Apabila bukti dan data memungkinkan, dilakukan perhitungan atau estimasi nilai kerugian atau eksposur finansial yang berkaitan dengan temuan.
Hasil investigasi dituangkan dalam laporan yang dapat mencakup: Executive summary, Ruang lingkup investigasi, Metodologi pemeriksaan, Kronologi kejadian, Temuan dan bukti pendukung, Analisis transaksi, Potensi modus fraud, Estimasi dampak atau kerugian, Kelemahan internal control, Kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulan disusun berdasarkan bukti yang diperoleh selama proses investigasi dan tidak mendahului hasil pemeriksaan.
Selain mengidentifikasi temuan, perusahaan dapat memperoleh rekomendasi untuk memperbaiki internal control, SOP, segregation of duties, procurement control, approval authority, serta sistem monitoring untuk mengurangi risiko fraud berulang.
Durasi pekerjaan sangat bergantung pada jumlah transaksi, periode yang diperiksa, jumlah entitas, ketersediaan dokumen, jumlah pihak yang perlu diwawancarai, serta kompleksitas dugaan fraud.
*Estimasi tersebut bersifat indikatif. Durasi aktual ditentukan setelah dilakukan initial assessment terhadap kasus.
Tidak terdapat satu durasi yang berlaku untuk seluruh kasus fraud.
Sebagai contoh, pemeriksaan terhadap satu transaksi procurement yang mencurigakan dapat diselesaikan relatif cepat apabila seluruh dokumen tersedia.
Sebaliknya, investigasi yang melibatkan transaksi selama beberapa tahun, banyak vendor, beberapa rekening, berbagai pihak, dan sejumlah entitas perusahaan dapat membutuhkan waktu beberapa bulan.
Karena itu, sebelum pekerjaan dimulai biasanya dilakukan initial assessment dan penentuan scope of work, sehingga estimasi waktu, kebutuhan tim, dan biaya investigasi dapat ditentukan secara lebih akurat.
Dengan investigasi yang independen dan berbasis bukti, perusahaan memperoleh berbagai manfaat berikut:
Membantu perusahaan mengetahui apakah terdapat indikasi penyimpangan serta bagaimana pola atau modus yang ditemukan berdasarkan bukti yang tersedia.
Membantu mengukur dampak finansial atau potensi kerugian yang ditimbulkan dari penyimpangan.
Hasil investigasi memberikan informasi yang lebih objektif bagi direksi, komisaris, pemegang saham, atau manajemen dalam menentukan tindakan selanjutnya.
Mengidentifikasi kelemahan sistem dan proses yang memungkinkan fraud terjadi serta memberikan rekomendasi perbaikannya.
Perbaikan SOP, segregation of duties, approval system, dan monitoring dapat membantu mencegah modus serupa terjadi kembali.
Apabila diperlukan, hasil investigasi dan dokumentasi yang disusun secara profesional dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan perusahaan dalam menentukan tindakan disipliner atau langkah hukum lebih lanjut, dengan tetap melibatkan penasihat hukum sesuai kebutuhan.
Deteksi dan penanganan fraud secara tepat membantu perusahaan mengurangi potensi kerugian finansial sekaligus melindungi integritas dan reputasi bisnis.
Henesi Business Consultant memberikan pendampingan Fraud Audit & Investigation secara independen, objektif, dan berbasis bukti melalui:
Setiap investigasi dilakukan berdasarkan ruang lingkup pekerjaan dan bukti yang tersedia. HBC tidak menjanjikan bahwa setiap investigasi akan menemukan fraud, tetapi membantu perusahaan melakukan pemeriksaan secara sistematis untuk memperoleh fakta dan dasar pengambilan keputusan yang lebih kuat.
Layanan profesional didukung oleh Akuntan Berpraktik dan Konsultan Pajak Berizin.
Henesi Business Consultant membantu perusahaan dalam pengurusan legalitas, sertifikasi, dan compliance bisnis secara profesional dan terstruktur.
Gd Rasuna Office Park Hall B Blok OR No.08 Komp Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan
Monday - Sunday : 08.30-17.30
Chat Admin